communiARTion

Nopember 6, 2009

Damn!!bikin mood gw ilang!!

Diarsipkan di bawah: Damn — spidercool @ 7:41 pm

Damn!!!

Gak ada yang bisa gw percaya lagi…

Bingung!!! kasus itu udah buat mood gw ilang untuk bikin skripsi!!!

Bikin pala gw pusing 7 keliling!!!!

Skripsi gw nggak kelar-kelar…kena isu pengalihan

Cicak vs Buaya……….mencak2 banyak gaya!!!

Oktober 29, 2009

SUMPAH PEMUDA atau PEMUDA SAMPAH

Diarsipkan di bawah: Lifecycle — spidercool @ 3:15 pm

Melihat dan mendengar ujar sang pilar keempat di tanggal 28 Oktober kemarin, membuatku miris dan teriris. Bukankah pada masa lalu, sumpah para pemuda itu didengungkan dengan semangat mempersatukan dalam kerangka perjuangan. Tapi apa yang kuanggap realita di mata? Kini semuanya hanya harapan lubuk terdalam hati….persatuan dan perjuangan itu berubah menjadi penghancuran dan pemberontakan.

Entah siapa yang salah, namun para mahasiswa yang tergolong pemuda itu berteriak hingga suara kering disertai kepalan tangan mengiring. Mungkin mereka sakit hati terhadap penguasa kini, hanya janji tak kunjung terjadi. Jika dulu terdengar teriakan merdeka, kini yang ada hanyalah caci penuh cela. Itu semua keluar dari mulut sang pemuda.

Inikah harapan sang ibu pertiwi, yang telah lama meringkuk penuh tangis di depan negeri ini. Pemuda katanya ujung tombak perjuangan masa depan, tapi mana semua yang diharapkan???!!!!!????? Hanya berbalas kacau dan kekerasan. Penguasa pun bagai sapi tuli yang hanya melenguh tanpa pernah mau peduli. Ini wajah Indonesia kini.

Dengar sumpah masa lalu yang masih terngiang. Bertanah air satu, bangsa satu, dan bahasa satu. Apa itu kini hanya jadi sampah bertumpuk satu dengan ketidakpedulian yang membatu? Masa bangga menjadi onggokan sampah tak berguna di tubuh Indonesia tercinta…?

Tenang, walau sudah telat, namun tak ada kata terlambat. Sebagian pemuda sudah memulainya, mencari makna Sumpah itu. Lalu…bagaimana dengan kita, pemuda lainnya?

Memilih kembali ke SUMPAH PEMUDA, atau menjadi PEMUDA SAMPAH belaka?

Oktober 24, 2009

Bohong dalam sekotak mimpi…

Diarsipkan di bawah: My path — spidercool @ 6:53 pm

Lihat dunia dalam satu kotak itu,
mencari mimpi dalam kepalsuan diri.

Mengais…narsis…mengais…
lambat…sesat…BANGSAT!!!!

Sang kotak bercerita, berharap dianggap nyata…
tapi ia bodoh, karena reka tampil berseloroh.

Apa tak muak sang kotak membohongi diri sendiri???
Menciptakan alam sadarnya sendiri…
untuk sesuatu yang tak pasti.

Ini hanya mimpi…
tidak ini nyata…
Ini mimpi!!!
Nyata!!!!
Mimpi!!???!!!????

Bukan, ini hanya sebuah drama realiti…

Oktober 21, 2009

Sang Hijau Mati

Diarsipkan di bawah: My path — spidercool @ 2:25 am

Layakna wanita di mata pria,
hijau itu selalu menjadi minor.
Dibicarakan, dicari, ditekan…
namun, setelah itu ditelantarkan.

MATI

Berpura-pura mereka sebagai pemerhati…
memberi hati yang ujungnya belati.
Kering namun juga basah tak berarti.

MATI

Hijau harap itu beralih,
menjadi peluang galian kolam uang.
Tak seperti ingin sang pohon memohon,
menjadikan hijau rumahnya senyum ceria.

MATI

Sang hijau bukan lagi soal penuh urgensi…
hanya gelitik politik dan ekonomi.

inspired by: GLOBAL WARMING

Oktober 19, 2009

KONSTRUKSI

Diarsipkan di bawah: My path — spidercool @ 1:38 pm

Aku muak dengan segala kenyataan…

karena hanya sebuah hasil konstruksi

Namun aku tak dapat melawan…

karena aku adalah konstruksi itu sendiri

Oktober 13, 2009

Pengabdian dan perbudakan

Diarsipkan di bawah: Life — spidercool @ 1:44 pm

Pengabdian dan perbudakan……

Bagi orang pada umumnya, kedua hal ini sangatlah berbeda dan bertolak belakang. Pengabdian lebih bernada positif, sedangkan perbudakan cenderung negatif.

Namun, saat mentari bersinar tadi, tiba-tiba melintas sebuah tanya, “Benarkah pengabdian dan perbudakan mempunyai perbedaan besar?”

Otak berputar kembali, menjelajahi jawaban atas pertanyaan yang sama sekali tidak penting yang muncul di saat yang tidak penting juga. Terdiam. Menganga. Sambil melihat sebuah karya sinema yang semakin menjauh dari alam pikiran.

………………………………………….Siinnggg………………………………………………

Ludah tertelan…..sama sekali tidak penting…..

Cringgggggggg………pengabdian adalah sebuah penyerahan diri, kerelaan untuk mengorbankan diri kepada sesuatu yang dianggap luar biasa bagi diri. Tuhan, Negara, Kesatuan, bahkan Keluarga….adalah beberapa dari sekian banyak hal yang menjadi sasaran pengabdian.

Krikkkkkkkkkkk……..sebaliknya, perbudakan adalah sesuatu yang terjadi disaat pihak dominan dan berkuasa “menjajah” atau menindas pihak lain yang lebih lemah dan tak berdaya. Iblis, Penjajah, Musuh, dan Nafsu….adalah beberapa dari sekian banyak hal yang menyebabkan perbudakan.

Huh…….ini kenyataan dalam batin subjektifitasku…………

Jawabannya belum kutemukan…tapi satu hal…semuanya bersumber dari dalam diri. Pada perbudakan, bila kita menganggap itu adalah sebuah pengabdian tentu akan berdampak luar biasa terhadap cara pandang kita. Begitu juga dalam pengabdian, kita dapat melihat juga dari sisi bahwa itu adalah perbudakan.

Intinya, hanyalah pilihan sisi untuk melihat…pengabdian dan perbudakan bagai 2 sisi mata uang. Berbeda jauh, namun tetap lengket dalam satu jiwa pribadi manusia. Perbedaan itu, terletak di cara pandang. Bila perbudakan, maka paksaan ada di luar jiwa. Bila pengabdian, paksaan itu muncul dari dalam diri dan sukarela.

Tidak penting dan muncul di saat yang juga tidak penting.

Oktober 12, 2009

DIA

Diarsipkan di bawah: Shortcase — spidercool @ 3:36 pm

Dia mau kita sembah dengan banyak cara…tapi, Dia hanya mau dikenal dengan satu cara…lewat CINTA.

Shit!!

Diarsipkan di bawah: Damn — spidercool @ 3:32 pm

Gw gak suka, ada orang yang masuk ke wilayah pribadi gw tanpa ijin dari gw…..SHIT!!! kenapa sih masih ada orang kampungan yang seenak udelnya ngomongin gw di belakang…..???? Huh, untungnya gw lebih punya manner daripada dia, ngomongin orang di Internet and gak gw sebutin siapa tersangkanya…..Hah, nyusahin hidup gw aja….

September 29, 2009

Ramai menjadi Sepi

Diarsipkan di bawah: Lifecycle — spidercool @ 12:56 pm

Aku baru saja merasakan sebuah perubahan drastis. Dari ramai menjadi sepi, layaknya air panas dalam freezer, dan seketika membeku kaku menjadi es batu. Rumahku yang sepertinya lebih pantas menyandang gelar kantor, minggu lalu masih berisi banyak wajah yang menebarkan senyuman dan canda, bahkan ketika menyambut sang bulan sekalipun.

Namun, kini derajat sudah berputar setengah lingkaran dan membalikkan keadaan seperti mudahnya membalikkan telapak tangan. Mudah dan sangat cepat. Kondisi hangat itu kini berubah menjadi dingin, sedingin AC ruangan kantor yang terus berharap dianggap rumah itu.

Aku belajar sesuatu, bahwa tiada keadaan ideal dunia yang akan bertahan lama. Semua hal mempunyai masa, dan kita yang harus menyesuaikannya. Percuma kita sesali banyak keadaan yang mengoyak batin nurani kita manusia, bila pada akhirnya kita menyadari bahwa tiada yang abadi.

Jadi, yang terpenting bukan menebak berapa lama sebuah kondisi bertahan, atau terpuruk dalam situasi yang tidak kita inginkan sama sekali, tetapi bagaimana kita mampu beradaptasi dan bertahan dalam keadaan apapun serta terus melangkah maju, karena seperti itulah jalannya hari-hari.

Aku merasa drastis berubah dari ramai ke sepi……..namun, aku yakin sepi ini akan menjadi ramai kembali, suatu saat nanti.

-Untuk kehidupan-

Kegagalan

Diarsipkan di bawah: Shortcase — spidercool @ 12:44 pm

Tiada arti sebuah kegagalan, yang ada hanyalah belum mendapatkan kesempatan, tinggal bagaimana kita menentukan, karena hidup sepenuhnya milik kita sendiri bersama Tuhan.

Powered by WordPress Theme pack from WPMUDEV by Incsub.