communiARTion

Mei 10, 2010

Nada untukMu

Diarsipkan di bawah: Shortcase — spidercool @ 2:38 pm

Aku berjalan pada rangkaian nada karena musik adalah hidupku dan getar suaraku hanya bagi kemuliaan-MU

April 26, 2010

Oportunis

Diarsipkan di bawah: Life — spidercool @ 12:56 pm

Oportunis…

Bukankah kesan yang terasa pada kata ini begitu negatif ?

Yang kutahu, kata ini berarti orang-orang yang selalu mencari kesempatan yang baik bagi dirinya sendiri tanpa peduli pada apa yang terjadi dengan orang lain di sekitarnya.

Tapi coba kita telaah lagi, apa benar oportunis benar adalah sebuah tuduhan pada beberapa orang bersikap mau enaknya sendiri, ataukah semua orang pada dasarnya adalah oportunis…

Mengapa demikian? karena selintas aku berpikir bahwa setiap orang sudah tentu menghendaki sesuatu yang nyaman untuk dirinya. Tidak peduli yang dilakukan itu baik atau buruk, tapi semua orang pasti menghendaki sesuatu yang baik terjadi pada dirinya, sehingga kita akan mencari setiap kesempatan yang baik pula bagi diri kita.

Bila kita melihat seorang politisi partai yang berpindah-pindah partai demi kekuasaan, kita tentu akan mengatakan mereka adalah seorang oportunis. Namun bagaimana dengan seorang tukang becak yang berganti-ganti pekerjaan demi sesuap nasi? Apa ia dapat kita katakan sebagai seorang oportunis….

Bagiku, hal ini agak membingungkan, karena di mataku setiap orang adalah oportunis yang selalu mencari kondisi ternyaman bagi diri kita.

April 8, 2010

Kekerasan

Diarsipkan di bawah: Life — spidercool @ 1:49 pm

Kekerasan, dengan alasan apapun tidak dapat dibenarkan.

Kita hidup sebagai manusia yang sudah dikaruniai akal, budi, dan peradaban, sehingga sangat aneh apabila kita masih menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Apalagi, bila ternyata tidak ada masalah yang harus diselesaikan, namun kekerasan tetap menjadi pilihan. Secara harafiah…Homo homini lupus…!!!

Hidup bukanlah sebuah ring tinju atau panggung gulat yang memiliki daya tarik pada pertarungan fisik untuk meraih kemenangan. Hidup bukanlah sebuah arena gladiator yang menjadi ajang pembantaian kaum lemah. Hidup memang penuh perjuangan dan persaingan, namun tidak dalam konteks kekerasan.

Miris bila melihat seekor kelinci disembelih, dikuliti, dipotong, dan dibakar untuk dinikmati menjadi hidangan. Namun, mengapa kita justru tidak miris bila melihat sesama spesies kita dipukul, ditendang, ditusuk, dirajam, bahkan dimutilasi karena berbagai alasan? Inikah kehidupan yang dikatakan perADABan itu?

Janganlah kita melawan kekerasan dengan kekerasan, apalagi melakukan kekerasan tanpa sebuah alasan. Lebih baik kita lawan kekerasan dengan kelembutan, karena hal inilah yang diinginkan Tuhan.

- Untuk Kehidupan -

Maret 22, 2010

Meraih Puncak Dunia

Diarsipkan di bawah: Photography — spidercool @ 11:12 am
Meraih Puncak Dunia

Meraih Puncak Dunia

Tanpa Perbedaan

Diarsipkan di bawah: Shortcase — spidercool @ 11:07 am
Tanpa Perbedaan
Tanpa Perbedaan

Sepakatkah kita,  bila manusia hidup tanpa perbedaan…kecuali kebaikan dan keburukan yang kita lakukan?

Dry in Winter

Diarsipkan di bawah: My path — spidercool @ 11:02 am
Dry in Winter

Dry in Winter

Sebuah ironi, ketika dingin menyimpan kering

Bahkan, langit pun berwarna sama dengan tanah meratap sang bumi

Bak jarum yang menusuk kulit menembus hingga pori-pori

Sepi dan ku tertunduk disini berbatas ruang tanpa arti

Inilah sang dingin, dan ku berada di tengahnya tanpa ingin.

Jangan berhenti mimpi

Diarsipkan di bawah: Shortcase — spidercool @ 10:55 am

Jangan berhenti bermimpi, karena jika mimpi terhenti berarti mati…

Maret 17, 2010

2 Jenis Manusia

Diarsipkan di bawah: Life — spidercool @ 9:38 am

Sepakatkah kita bila sebenarnya tidak ada perbedaan antar manusia selain kebaikan dan keburukan yang kita lakukan?

Baik dari segi sejarah agama maupun ilmu pengetahuan alam, terbukti bahwa manusia telah menjadi spesies tersukses yang merajai kehidupan di sebuah planet yang bernama bumi. Sang penguasa alam semesta nampaknya telah mengaruniakan sebuah otoritas besar kepada kita untuk menikmati sekaligus menggunakan segala sumberdaya yang tersedia di planet indah ini.

Namun, pernahkah kita mendengar atau mempelajari tentang adanya penggolongan spesies homo sapiens oleh sang pencipta?

Sepertinya tidak, bahkan ilmu agama manapun tidak menyebut ras, agama, atau suku bangsa tertentu pada karakteristik penciptaan manusia pertama. Apa kita pernah tahu suku bangsa Adam dan Hawa? Apa di kitab suci disebutkan agama mereka? Aku belum pernah membaca habis semua kitab suci, namun sejauh ini, aku juga belum pernah mengetahui apa suku, ras, atau agama sang manusia pertama.

Lalu, kenapa saat ini begitu banyak pemisahan yang cenderung memperjelas secara semu perbedaan antar manusia di bumi ini? Ada Islam, Kristen,  Katolik, Yahudi, Hindu, Budha, Konghucu, Atheis, dan agama lainnya….Ada Eropa, Arab, Asia, Afrika, Amerika, dan lainnya….Ada Jawa, Batak, Kurdi, Pygme, dan etnis lainnya….Kenapa kita berbeda dan masing-masing perbedaan menginginkan sebuah eksistensi yang semestinya sudah ada dan sama?

Bukankah ini semata-mata rekaan manusia saja? Karena keberadaan manusia yang begitu kecil di bumi yang besar ini, sehingga kita mengelompok dan menghasilkan sifat superioritas di tengah persaingan antar kelompok penghuni bumi. Mungkin ini hanya analisis bodoh yang tak berdasar, namun inti dari asumsi ini bukanlah hasil yang ilmiah, tapi kesadaran persamaan kita sebagai manusia.

Lalu, kini berarti manusia hidup tanpa perbedaan?

Tidak, sebuah film bijak mengajarkanku untuk mengetahui bahwa satu-satunya perbedaan antar manusia hanya pada hal-hal baik dan hal-hal buruk yang kita lakukan.

Sehingga, kini pilihan ada di tangan kita dan hanya ada 2 jenis manusia…..manusia baik dan manusia buruk.

-Inspired by: My Name is Khan-

Democrazy!

Diarsipkan di bawah: Shortcase — spidercool @ 9:08 am

DEMOKRASI gak selalu bisa jadi sistem terbaik di bumi…..seperti pisau, DEMOKRASI bisa menciptakan kesejahteraan atau menimbulkan kekacauan.

Maret 14, 2010

Agama?

Diarsipkan di bawah: Shortcase — spidercool @ 9:39 pm

Agama hanyalah sebuah sejarah, namun Tuhan Allah adalah eksistensi yang abadi.

Powered by WordPress Theme pack from WPMUDEV by Incsub.