communiARTion

Juni 22, 2008

Gara-gara IP drop…

Diarsipkan di bawah: Damn — spidercool @ 10:13 am

Damn!!
IP gue turun…sebabnya cuma satu , METODE PENELITIAN SOSIAL yang kayak monyet itu!!!
Gara-gara thu mata kuliah, gue jadi drop nih nilainya….parah!!!
Gue benci thu mata kuliah sejak pertama kali masuk kelasnya…kalo bukan mata kuliah wajib, gak akan pernah gue ngambil mata kuliah brengsek dengan dosen yang brengsek pula itu.
Gue benci MPS, apalagi dosennya, parah!!
Gue sempet ribut ama dosennya, tapi itu juga krn dia gak becus!!
Monyet!!!gue dapet C buat MPS…….Padahal dosennya emang gak layak ngajar…..tau gak sih, menurut gue MPS itu juga mata kuliah yang sama sekali nggak penting….nggak memperbaiki hiduploe semua…malah ngerusak!!!
Damn!! inilah kekesalan gue, rasanya gue pengen ngebanting dosennya…
Tapi apa daya, gue nggak bisa apa-apa…..karena gue hanyalah seorang mahasiswa, yang kalo di indonesia hanyalah objek budak dosen belaka….

Juni 10, 2008

Libur lagee…

Diarsipkan di bawah: Damn — spidercool @ 11:38 am

Damn!!
Liburan dateng lagi…
Saatnya bagi kami, para mahasiswa yang nggak punya kesibukan, untuk lebih kreatif lagi mencari kesibukan
Awalnya senang libur…namun dapat dipastikan…sebulan atau dua bulan lagi, kami akan mati gaya menikmati liburan panjang ini
Huh…paradoks senang dan sedih
Mungkin memang inilah yang dinamakan liburan…

Ini Indonesia kita

Diarsipkan di bawah: My path — spidercool @ 11:32 am

Seratus bahasa belum apa-apa
Seribu masalah tampak ringan saja
Sejuta tangis terasa biasa
Semilyar harapan tak disangka
Inilah rupa Sang Indonesia

Indonesia-mu
Indonesia-ku
Indonesia kita
SEMUA!!!

Juni 2, 2008

Bukan kekuatan, tapi kedamaian

Diarsipkan di bawah: My path — spidercool @ 11:20 pm

Hidup bukanlah kayu yang kaku, keras, dan mati
Hidup adalah air yang mengalir dan memberikan kesejukan
Masalah adalah riak di tengah gelombang air itu
namun, bertumpuk nanti riak menjadi ombak

Seorang nelayan berangkat menyusuri sungai
Berharap tenang menuju laut
Tak disangka ombak datang bergulung-gulung
Namun bukan dilawan, melainkan mencari ketenangan

Sang nelayan tak bergeming hanya tersenyum
karena lipatan pipi lebih bijak daripada kepalan tangan
Sejuta sinar mentari sambut pagi
Tuk damainya ikan di masa depan

Ibu Pertiwi Menangis di Monas

Diarsipkan di bawah: Lifecycle — spidercool @ 5:06 pm

Mau tau kabar terbaru??
Saudara-saudaraku se-Indonesia, Ibu Pertiwi lagi nangis nih…udah hampir sebulan ini air matanya nggak berhenti-henti. Kayaknya ada aja masalah yang harus dihadapin. Mulai dari masalah lingkungan, banyak bencana, harga-harga naik, banyak Demonstrasi, n yang terakhir masih ada aja ketidakadilan di negeri ini.

Yang paling bikin Ibu Pertiwi nangis kenceng baru aja terjadi Minggu kemaren, 1 Juni 2008. Ibu Pertiwi cerita, katanya beliau bener-bener nangis kenceng waktu tau ada tragedi yang terjadi di sekitar Monas. Ceritanya, ada sebuah gerakan yang lagi melakukan aksi damai untuk membela kebebasan beragama di Indonesia, wajar lah namanya juga demokrasi. Nah, tiba-tiba ada organisasi lain yang muncul terus langsung melakukan aksi anarkis dengan membawa bambu, tongkat, dan lain-lain, yang penting bisa dipake mukul. Parah banget deh, kata si Ibu, tragedi itu sangat-sangat anarkis, penuh dengan kekerasan dan sudah pasti menimbulkan korban. Tragisnya lagi, di tengah-tengah gerakan damai yang jadi sasaran kekerasan itu ada banyak ibu-ibu dan anak-anak. Banyak yang nangis, marah, takut, atau bahkan luka-luka, malahan terakhir udah banyak yang masuk rumah sakit dan divonis gegar otak ringan.

Organisasi anarkis itu melakukan kekerasan tanpa pandang bulu, semua sasaran dianggep sama. Ibu Pertiwi bingung sebenarnya apa salah orang-orang yang melakukan aksi damai itu? Terus, kok bisa ya tega-teganya ada kelompok yang menyerang kelompok lain dengan main hakim sendiri? Udah gitu, organisasi itu kok bisa-bisanya mengelak?, katanya penyerangan itu dilakukan untuk menolak Ahmadiyah, aliran kepercayaan yang akhir-akhir ini menimbulkan pro dan kontra di Islam. Yang lebih parah lagi, organisasi itu bawa embel-embel Islam, kok berani ya mereka merusak kesucian Islam sebagai sebuah agama? Ya…bener…..organisasi itu yang sering ngerusak tempat-tempat yang mereka anggap maksiat, mereka juga suka keliling naik motor di jalan tanpa helm cuma pakai kopiah, mungkin kopiah yang mereka pakai itu mereka anggap helm.

Ibu Pertiwi nangis dalam marah, kerena Indonesia terpecah-belah. Ibu Pertiwi sebenarnya marah tapi beliau tak bisa marah ke dirinya sendiri. Indonesia yang katanya rukun dan damai dan menerima segala perbedaan ternyata nggak lebih dari negara yang dikuasai oleh kelompok-kelompok ekstrim dengan emosi untuk main hakim sendiri. Tuhan dengarkan doa Ibu Pertiwi…untuk Indonesia. Negara kami bukan negara preman, negara kami bukan negara kekerasan, negara kami bukan negara ketidakadilan, negara kami adalah negara cinta yang seharusnya damai dan penduduknya saling menghargai sebagai satu bangsa.

Saudara-saudaraku satu bangsa Indonesia tercinta,
Ibu Pertiwi nangis….nangis….nangis….nangis….nangis….meratapi negeri indahnya yang bernama….INDONESIA

-UNTUK INDONESIA-

Juni 1, 2008

Sebagai Mahasiswa…MALU

Diarsipkan di bawah: Lifecycle — spidercool @ 2:54 pm

BBM naik sepertinya sedang menjadi isu penting sebulan terakhir ini. Gejolak yang terjadi nampaknya tak lagi dapat dihindari. Mulai dari kemiskinan, isu politik, demonstrasi, hingga bencana alam selalu jadi pemandangan sehari-hari di media massa. Semuanya dapat dikaitkan dengan kenaikan harga BBM. Namun ada satu jenis peristiwa yang cukup menarik perhatian saya sebagai seorang mahasiswa dan bagian dari kaum akademis.

DEMONSTRASI sepertinya sudah menjadi aktifitas yang tidak terpisahkan dari keseharian kami. Aktifitas yang tidak akan pernah lenyap ditelan jaman ini selalu ada mengiringi perjalan negara dari jaman ke jaman. Angkatan per angkatan pun bergiliran untuk menunjukkan eksistensinya di dalam membela kepentingan rakyat dan juga penyeimbang pengawasan pemerintah di dalam penyelenggaraan negara. Angkatan 45, angkatan 66, atau angkatan 98 merupakan beberapa contoh angkatan yang menonjol dan menjadi saksi perubahan negara menuju Indonesia yang diharapkan leih sejahtera. Para mahasiswa begitu gigih memperjuangkan rakyat dan keadilan atas sebuah negara yang Demokratis, mereka luka-luka, bahkan tidak sedikt yang meninggal dunia. Ini adalah sebuah realita jaman di Indonesia.

Namun, sayangnya tidak semua usaha ini nerjalan sesuai dengan yang diharapkan. Tidak usah bicara soal pertentangan mahasiswa dengan berbagai pihak eksternal seperti kepolisian, militer atau wakil rakyat, kini kita bicara soal internal dulu. Isu BBM menjadi penting belakangan ini karena menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak. Ada yang mendukung dengan mengatakan bahwa harga BBM memang harus naik karena harga dunia naik, dan bila tidak dinaikkan maka Indonesia akan mengalami kesulitan keuangan negara. Tetapi banyak juga yang bilang bahwa BBM tidak seharusnya naik, masih banyak opsi lain untuk menjaga keuangan negara, pemerintah pun dituduh tidak pro rakyat, salah satu yang “berteriak” kencang soal ini lagi-lagi sang Pahlawan Akademis MAHASISWA. Masalahnya, dalam pelaksanaan protesnya ini, di dalam kalangan mahasiswa sendiri terjadi perbedaan pendapat (yang katanya wajar karena demokrasi), antar universitas belum tentu menyuarakan suara dan harapan yang sama, walaupun mungkin titik tolaknya sama yaitu menuntut pemerintah menurunkan harga BBM. Mahasiswa seperti menyuarakan suara yang tidak senada (kalo paduan suara, mungkin dapat dikatan Fals). Mahasiswa kampus A ingin berdiskusi langsung dengan para wakil rakyat, Mahasiswa kampus B ingin langsung menuntut presiden di pengadilan, Mahasiswa C ingin menggunakan cara-cara yang lebih radikal untuk menuntut perhatian pemerintah terhadap rakyat (membakar ban, menutup jalan, mencoret-coret mobil pemerintah), sedangkan Mahasiswa kampus D malah sibuk tawuran dengan Mahasiswa kampus lain dengan alasan yang sama sekali tidak jelas.
Mahasiswa terpecah-pecah menjadi sempalan-sempalan di antara teriakan masyarakat atas kenaikan BBM ini. Pertanyaannya, bagaimana mau menyampaikan aspirasi dengan benar bila suara saja tidak satu?. Atau jangan-jangan apa yang dilakukan para mahasiswa ini justru akan menambah beban masyarakat sipil yang sudah sangat berat.

Berita TV hari ini menampilkan wajah mahasiswa di mata masyarakat…Salah satu kampus di daerah Cawang contohnya, memilih memblokir jalan untuk protes atas kenaikan BBM, setelah sebelumnya juga bentrok dengan aparat. Masyarakat yang menggunakan jalan raya sebagai fasilitas umum tentu saja terganggu. Dan salah seorang perwakilan dari masyarakat yang merasa terganggu memohon dengan sangat santun dan lembut kepada para mahasiswa yang sedang “panas” untuk membuka kembali jalan yang diblokir agar masyarakat bisa lewat. Perwakilan masyarakat itu menambahkan dengan pengandaian bagaimana jika ada orang sakit yang harus segera dibawa ke rumah sakit atau keadaan darurat lainnya, namun terjebak kemacetan karena pemblokiran itu. Apa yang menjadi tanggapan mahasiswa?Bukannya membuka jalan, malah berteriak bahwa pemerintah harus bertanggung jawab, semuanya pemerintah, padahal orang-orang pemerintahan belum tentu ada di tempat itu. Mahasiswa itu terus meneriakkan berbagai alasan-alasan yang tidak masuk akal dan tidak nyambung dengan keadaan yang sedang dialami masyarakat pada saat itu di tengah kemacetan. Pemblokiran tetap dilaksanakan hingga perwakilan rakyat itupun mengatakan “Astafirugllah…”.

Kejadian ini hanya salah satu contoh bentuk pencorengan cita-cita luhur DEMONSTRASI oleh mahasiswa terkait harga BBM. Masih banyak kejadian lain yang sejenis, mahasiswa semakin terpecah belah menjadi sempalan-sempalan batu sandungan masyarakat. Para politisi busuk semakin tertawa melihat ini, mereka merasa menang atas perjuangan menegakkan keadilan yang kalah sebelum berhadapan langsung dengan faktor eksternal mahasiswa .Apa ini potret mahasiswa Indonesia sebenarnya?, kemana perjuangan reformasi yang merupakan bentuk persatuan dengan masyarakat?

Jika benar…Menyedihkan…..

Saya sebagai salah seorang mahasiswa………..MALU

-UNTUK INDONESIA-

Powered by WordPress Theme pack from WPMUDEV by Incsub.