
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>communiARTion</title>
	<atom:link href="http://spidercool.dagdigdug.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://spidercool.dagdigdug.com</link>
	<description>Hidup Bukanlah Untuk Belajar, tapi Belajarlah Untuk Hidup</description>
	<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 14:39:12 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Agama?</title>
		<link>http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/14/agama/</link>
		<comments>http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/14/agama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 14:39:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>spidercool</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Shortcase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/14/agama/</guid>
		<description><![CDATA[Agama]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agama hanyalah sebuah sejarah, namun Tuhan Allah adalah eksistensi yang abadi.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://spidercool.dagdigdug.com/?p=79&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_79" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/14/agama/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pilihan Sikap Berbangsa</title>
		<link>http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/08/pilihan-sikap-berbangsa/</link>
		<comments>http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/08/pilihan-sikap-berbangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 09:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>spidercool</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/08/pilihan-sikap-berbangsa/</guid>
		<description><![CDATA[Sebaliknya, sikap yang dibutuhkan adalah optimis dan kreatif menciptakan INDONESIA penuh dengan CINTA.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang ini, semua orang Indonesia prihatin terhadap kondisi negara yang penuh intrik dan masalah. Mulai dari kasus century sampai mutilasi, membuat kuping dan mata kita lelah mengernyitkan dahi ini. Rasanya ada yang kurang, bila penyiar berita tidak membacakan sebuah laporan negatif tentang kondisi negara zamrud khatulistiwa ini. Kata orang-orang di warung kopi, &#8220;kapan Indonesia bisa keluar dari krisis?&#8221;</p>
<p>Namun, krisis tidak hanya muncul pada tingkat negara saja. Orang Indonesia pun mengalami krisis yang begitu dahsyat. Secara umum dalam memandang kondisi bangsa yang memprihatinkan, orang Indonesia memiliki dua pilihan sikap. Pilihan pertama, berpikir bahwa saat ini Indonesia terpuruk dan keadaannya semakin memburuk. Masalah adalah neraka yang tidak akan pernah berakhir. Suara hati pesimis dalam menghadapi hari esok. Pilihan kedua, berpikir bahwa ini hanyalah kondisi sementara dan segala sesuatu akan indah pada waktunya. Masalah adalah sebuah masa tempa yang akan menguatkan bangsa berakhir pada saatnya nanti. Suara hati optimis bahwa hari esok akan lebih baik daripada hari kemarin.</p>
<p>Kedua pilihan sangat halal untuk dipilih dengan demokratis tanpa paksaan. Ini adalah sikap batin yang muncul dari lubuk diri terdalam. Semua relatif, bergantung pada situasi orang Indonesia yang akan memilihnya. Namun, dalam sebuah pilihan tetap ada yang terbaik&#8230;ingin Indonesia lebih baik, atau semakin buruk.</p>
<p>Ini adalah sebuah sikap diri para punggawa bangsa yang menjadi harapan ibu pertiwi. Hidup adalah sebuah pilihan yang harus ditentukan. Kehancuran bukan karena kondisi negara atau bangsanya, namun personal pada oknum-oknum di dalamnya. Jadi, tidak ada alasan untuk kita pesimis dan menyalahkan Indonesia. Sebaliknya, sikap yang dibutuhkan adalah optimis dan kreatif menciptakan INDONESIA penuh dengan CINTA.</p>
<p>-Untuk Indonesia-</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://spidercool.dagdigdug.com/?p=78&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_78" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/08/pilihan-sikap-berbangsa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wakil Rakyat</title>
		<link>http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/04/wakil-rakyat/</link>
		<comments>http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/04/wakil-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 06:46:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>spidercool</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My path]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/04/wakil-rakyat/</guid>
		<description><![CDATA[Santun berbalas pantun, kasar berbalut emosi terbakar.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Santun berbalas pantun, kasar berbalut emosi terbakar.</p>
<p>Ini yang kusaksikan di kotak kecil bernama televisi. Sebuah drama realiti yang mengalahkan siaran realigi di Trans TV. Sebentar kutertawa, sebentar kumencela, sebentar kumembabi buta. Sungguh bercampur perasaanku berbaur hancur, melihat aksi para oportunis negeri ini.</p>
<p>Sebenarnya, apa yang mereka perjuangkan?</p>
<p>Hak rakyat, atau kehidupan yang melarat, hingga janji menjadi besi berkarat. Inikah kedamaian itu, inikah impian itu, inikah keinginan itu?. Tampaknya bukan, karena ku tak merasa demikian. Mungkin kuhanya orang awam, bahkan berdebat ku pun tak paham. Namun kupunya akal sehat, yang menjadikanku tak berkarat, apalagi sesat.</p>
<p>Oooh ibu pertiwi, maafkanlah kami, rakyatmu ini.</p>
<p>Mengapa tidak ibu pertiwi saja yang memimpin negeri ini, hingga gemah ripah loh jinawi. Seperti jaman majapahit dulu, suara tumbuk alu, gambarkan kemakmuran yang bertalu. Ini hanyalah impianku, mungkin kalian berbeda bergantung masa lalu.</p>
<p>Berteriak bangsat, pukul dan merendahkan, inikah gambaran keramahan?</p>
<p>Berbaur sang wakil rakyat, memikul beban yang berat.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://spidercool.dagdigdug.com/?p=77&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_77" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/04/wakil-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Benci tapi rindu</title>
		<link>http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/04/benci-tapi-rindu/</link>
		<comments>http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/04/benci-tapi-rindu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 03:48:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>spidercool</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Shortcase]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/04/benci-tapi-rindu/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk Indonesia]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku mencintai negeri ini seperti siang rindukan mentari, namun aku juga membenci negeri ini seperti sinar bulan yang terhalang kelamnya malam</p>
<p>-Untuk Indonesia-</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://spidercool.dagdigdug.com/?p=76&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_76" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spidercool.dagdigdug.com/2010/03/04/benci-tapi-rindu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Damn!!bikin mood gw ilang!!</title>
		<link>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/11/06/damnbikin-mood-gw-ilang/</link>
		<comments>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/11/06/damnbikin-mood-gw-ilang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 12:41:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>spidercool</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Damn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spidercool.dagdigdug.com/2009/11/06/damnbikin-mood-gw-ilang/</guid>
		<description><![CDATA[Cicak vs Buaya..........mencak2 banyak gaya!!!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Damn!!!</p>
<p>Gak ada yang bisa gw percaya lagi&#8230;</p>
<p>Bingung!!! kasus itu udah buat <em>mood</em> gw ilang untuk bikin skripsi!!!</p>
<p>Bikin pala gw pusing 7 keliling!!!!</p>
<p>Skripsi gw nggak kelar-kelar&#8230;kena isu pengalihan</p>
<p>Cicak vs Buaya&#8230;&#8230;&#8230;.mencak2 banyak gaya!!!</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://spidercool.dagdigdug.com/?p=75&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_75" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/11/06/damnbikin-mood-gw-ilang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>SUMPAH PEMUDA atau PEMUDA SAMPAH</title>
		<link>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/29/sumpah-pemuda-atau-pemuda-sampah/</link>
		<comments>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/29/sumpah-pemuda-atau-pemuda-sampah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 08:15:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>spidercool</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lifecycle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/29/sumpah-pemuda-atau-pemuda-sampah/</guid>
		<description><![CDATA[Tenang, walau sudah telat, namun tak ada kata terlambat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melihat dan mendengar ujar sang pilar keempat di tanggal 28 Oktober kemarin, membuatku miris dan teriris. Bukankah pada masa lalu, sumpah para pemuda itu didengungkan dengan semangat mempersatukan dalam kerangka perjuangan. Tapi apa yang kuanggap realita di mata? Kini semuanya hanya harapan lubuk terdalam hati&#8230;.persatuan dan perjuangan itu berubah menjadi penghancuran dan pemberontakan.</p>
<p>Entah siapa yang salah, namun para mahasiswa yang tergolong pemuda itu berteriak hingga suara kering disertai kepalan tangan mengiring. Mungkin mereka sakit hati terhadap penguasa kini, hanya janji tak kunjung terjadi. Jika dulu terdengar teriakan <strong>merdeka</strong>, kini yang ada hanyalah caci penuh <strong>cela</strong>. Itu semua keluar dari mulut sang pemuda.</p>
<p>Inikah harapan sang ibu pertiwi, yang telah lama meringkuk penuh tangis di depan negeri ini. Pemuda katanya ujung tombak perjuangan masa depan, tapi mana semua yang diharapkan???!!!!!????? Hanya berbalas kacau dan kekerasan. Penguasa pun bagai sapi tuli yang hanya melenguh tanpa pernah mau peduli. Ini wajah Indonesia kini.</p>
<p>Dengar sumpah masa lalu yang masih terngiang. Bertanah air satu, bangsa satu, dan bahasa satu. Apa itu kini hanya jadi sampah bertumpuk satu dengan ketidakpedulian yang membatu? Masa bangga menjadi onggokan sampah tak berguna di tubuh Indonesia tercinta&#8230;?</p>
<p>Tenang, walau sudah telat, namun tak ada kata terlambat. Sebagian pemuda sudah memulainya, mencari makna Sumpah itu. Lalu&#8230;bagaimana dengan kita, pemuda lainnya?</p>
<p>Memilih kembali ke SUMPAH PEMUDA, atau menjadi PEMUDA SAMPAH belaka?</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://spidercool.dagdigdug.com/?p=74&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_74" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/29/sumpah-pemuda-atau-pemuda-sampah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bohong dalam sekotak mimpi&#8230;</title>
		<link>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/24/bohong-dalam-sekotak-mimpi/</link>
		<comments>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/24/bohong-dalam-sekotak-mimpi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 11:53:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>spidercool</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My path]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/24/bohong-dalam-sekotak-mimpi/</guid>
		<description><![CDATA[Mengais...narsis...mengais...
lambat...sesat...BANGSAT!!!!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lihat dunia dalam satu kotak itu,<br />
mencari mimpi dalam kepalsuan diri.</p>
<p>Mengais&#8230;narsis&#8230;mengais&#8230;<br />
lambat&#8230;sesat&#8230;<strong>BANGSAT!!!!</strong></p>
<p>Sang kotak bercerita, berharap dianggap nyata&#8230;<br />
tapi ia bodoh, karena reka tampil berseloroh.</p>
<p>Apa tak muak sang kotak membohongi diri sendiri???<br />
Menciptakan alam sadarnya sendiri&#8230;<br />
untuk sesuatu yang tak pasti.</p>
<p>Ini hanya mimpi&#8230;<br />
tidak ini nyata&#8230;<br />
Ini mimpi!!!<br />
Nyata!!!!<br />
Mimpi!!???!!!????</p>
<p>Bukan, ini hanya sebuah drama realiti&#8230;</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://spidercool.dagdigdug.com/?p=73&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_73" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/24/bohong-dalam-sekotak-mimpi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Hijau Mati</title>
		<link>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/21/sang-hijau-mati/</link>
		<comments>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/21/sang-hijau-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 19:25:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>spidercool</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My path]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/21/sang-hijau-mati/</guid>
		<description><![CDATA[Sang hijau bukan lagi soal penuh urgensi...
hanya gelitik politik dan ekonomi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Layakna wanita di mata pria,<br />
hijau itu selalu menjadi minor.<br />
Dibicarakan, dicari, ditekan&#8230;<br />
namun, setelah itu ditelantarkan.</p>
<p>MATI</p>
<p>Berpura-pura mereka sebagai pemerhati&#8230;<br />
memberi hati yang ujungnya belati.<br />
Kering namun juga basah tak berarti.</p>
<p>MATI</p>
<p>Hijau harap itu beralih,<br />
menjadi peluang galian kolam uang.<br />
Tak seperti ingin sang pohon memohon,<br />
menjadikan hijau rumahnya senyum ceria.</p>
<p>MATI</p>
<p>Sang hijau bukan lagi soal penuh urgensi&#8230;<br />
hanya gelitik politik dan ekonomi.</p>
<p>inspired by: GLOBAL WARMING</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://spidercool.dagdigdug.com/?p=72&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_72" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/21/sang-hijau-mati/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KONSTRUKSI</title>
		<link>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/19/konstruksi/</link>
		<comments>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/19/konstruksi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 06:38:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>spidercool</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[My path]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/19/konstruksi/</guid>
		<description><![CDATA[karena hanya sebuah hasil konstruksi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku muak dengan segala kenyataan&#8230;</p>
<p>karena hanya sebuah hasil konstruksi</p>
<p>Namun aku tak dapat melawan&#8230;</p>
<p>karena aku adalah konstruksi itu sendiri</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://spidercool.dagdigdug.com/?p=71&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_71" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/19/konstruksi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengabdian dan perbudakan</title>
		<link>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/13/pengabdian-dan-perbudakan/</link>
		<comments>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/13/pengabdian-dan-perbudakan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 06:44:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>spidercool</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/13/pengabdian-dan-perbudakan/</guid>
		<description><![CDATA[Berbeda jauh, namun tetap lengket dalam satu jiwa pribadi manusia]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengabdian dan perbudakan&#8230;&#8230;</p>
<p>Bagi orang pada umumnya, kedua hal ini sangatlah berbeda dan bertolak belakang. Pengabdian lebih bernada positif, sedangkan perbudakan cenderung negatif.</p>
<p>Namun, saat mentari bersinar tadi, tiba-tiba melintas sebuah tanya, &#8220;Benarkah pengabdian dan perbudakan mempunyai perbedaan besar?&#8221;</p>
<p>Otak berputar kembali, menjelajahi jawaban atas pertanyaan yang sama sekali tidak penting yang muncul di saat yang tidak penting juga. Terdiam. Menganga. Sambil melihat sebuah karya sinema yang semakin menjauh dari alam pikiran.</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.Siinnggg&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Ludah tertelan&#8230;..sama sekali tidak penting&#8230;..</p>
<p><em>Cringgggggggg</em>&#8230;&#8230;&#8230;pengabdian adalah sebuah penyerahan diri, kerelaan untuk mengorbankan diri kepada sesuatu yang dianggap luar biasa bagi diri. Tuhan, Negara, Kesatuan, bahkan Keluarga&#8230;.adalah beberapa dari sekian banyak hal yang menjadi sasaran pengabdian.</p>
<p><em>Krikkkkkkkkkkk&#8230;&#8230;..</em>sebaliknya, perbudakan adalah sesuatu yang terjadi disaat pihak dominan dan berkuasa &#8220;menjajah&#8221; atau menindas pihak lain yang lebih lemah dan tak berdaya. Iblis, Penjajah, Musuh, dan Nafsu&#8230;.adalah beberapa dari sekian banyak hal yang menyebabkan perbudakan.</p>
<p>Huh&#8230;&#8230;.ini kenyataan dalam batin subjektifitasku&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Jawabannya belum kutemukan&#8230;tapi satu hal&#8230;semuanya bersumber dari dalam diri. Pada perbudakan, bila kita menganggap itu adalah sebuah pengabdian tentu akan berdampak luar biasa terhadap cara pandang kita. Begitu juga dalam pengabdian, kita dapat melihat juga dari sisi bahwa itu adalah perbudakan.</p>
<p>Intinya, hanyalah pilihan sisi untuk melihat&#8230;pengabdian dan perbudakan bagai 2 sisi mata uang. Berbeda jauh, namun tetap lengket dalam satu jiwa pribadi manusia. Perbedaan itu, terletak di cara pandang. Bila perbudakan, maka paksaan ada di luar jiwa. Bila pengabdian, paksaan itu muncul dari dalam diri dan sukarela.</p>
<p>Tidak penting dan muncul di saat yang juga tidak penting.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://spidercool.dagdigdug.com/?p=70&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_70" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://spidercool.dagdigdug.com/2009/10/13/pengabdian-dan-perbudakan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
